Sebagian menyatakan tidak direkrut, tidak menjadi alat komunikasi pemerintah, atau tidak terlibat dalam pertemuan terkait.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa homeless media kini bukan sekadar istilah digital, melainkan bagian penting dari ekosistem informasi Indonesia. Ke depan, tantangannya adalah menjaga kebebasan, kredibilitas, dan transparansi agar media baru tetap dekat dengan publik tanpa kehilangan tanggung jawab jurnalistik.
Bagi pembaca, literasi digital tetap menjadi kunci untuk membedakan informasi kredibel, opini, promosi, dan unggahan viral.
