Presiden Kolombia Gustavo Petro Klaim Lolos dari Upaya Pembunuhan Kartel Narkoba

TAJUKNASIONAL.COM Presiden Kolombia Gustavo Petro mengklaim lolos dari upaya pembunuhan saat terbang dengan helikopter bersama dua putrinya.

Petro menyebut helikopter yang ditumpanginya gagal mendarat di pesisir Karibia Kolombia karena ada informasi bahwa pihak tak dikenal akan menembaki helikopter tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Petro dalam agenda pemerintahan pada Selasa (10/2). Ia mengatakan rencana pendaratan berubah drastis setelah menerima peringatan keamanan.

“Malam itu, saya tidak bisa mendarat karena saya diberitahu mereka akan menembak helikopter yang saya tumpangi bersama kedua putri saya,” ujar Petro, dikutip penyiar publik Radio Nacional de Colombia melalui laporan Al Jazeera.

Petro juga mengungkap alasan lain yang membuat situasi makin mencurigakan.

Baca Juga: Amerika Serikat Cabut Visa Presiden Kolombia Gustavo Petro Gara-Gara Ikut Demo Pro-Palestina

“Mereka tidak menyalakan lampu di tempat saya seharusnya mendarat,” tambahnya. Menurut Petro, ancaman tidak hanya terjadi sekali. Ia menyebut pada pagi harinya pun ia kembali tidak bisa mendarat di titik yang direncanakan karena informasi serupa: helikopter akan ditembak.

Dalam keterangan yang disampaikan di hadapan jajaran kabinet di Córdoba, Petro menggambarkan bahwa ia “sedang berusaha lolos dari upaya pembunuhan”, sehingga ia tidak tiba sesuai jadwal.

Ia menuturkan helikopter sempat berputar beberapa jam di laut lepas sebelum akhirnya mendarat di lokasi lain dengan bantuan angkatan laut Kolombia.

Petro mengaitkan insiden ini dengan peringatan yang ia sampaikan dalam beberapa bulan terakhir mengenai dugaan rencana serangan dari kartel narkoba.

Ia juga mengingatkan bahwa ia pernah melaporkan dugaan upaya lain untuk membunuhnya pada 2024, serta mengklaim ada kartel yang menargetkannya sejak ia menjabat pada Agustus 2022.

Klaim upaya pembunuhan ini muncul di tengah meningkatnya kekerasan menjelang pemilihan.

Baca Juga: Profil Gustavo Petro: Perjalanan Politik dari Aktivis Kiri ke Presiden Kolombia, Bersuara Untuk Gaza di PBB

Sejumlah laporan internasional menyoroti eskalasi risiko keamanan dalam periode politik yang sensitif, termasuk kabar penculikan terhadap Senator Aida Quilcue—aktivis masyarakat adat dan pegiat HAM—di departemen Cauca, wilayah yang kerap disebut konflik dan berkaitan dengan produksi kokain serta aktivitas kelompok bersenjata.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini