Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan respons cepat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terhadap aspirasi masyarakat daerah.
“Di satu tahun usia pemerintahan ini, kami berkomitmen untuk terus bekerja secara responsif,”
“Pembangunan infrastruktur seperti ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok negeri,”
“Aspirasi masyarakat Kalbar dan Sambas ini bisa terwujud karena dukungan kepala daerah dan suara masyarakat yang terus disampaikan,” katanya.
Herzaky menyebut perubahan di Kecamatan Subah sebagai titik awal kebangkitan wilayah yang selama 38 tahun kerap disebut sulit berubah.
Baca Juga: Jadi Pembicara Leadership Training Generasi Muda Sambas, Herzaky: Generasi Muda Harus Percaya Diri
“Kalau selama ini ada sebutan Subah susah berubah, alhamdulillah hari ini sudah berubah. Ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo, agar pembangunan konektivitas benar-benar mendorong produktivitas dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat., termasuk di daerah yang selama ini belum tersentuh secara optimal. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, bersama-sama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, memberikan perhatian serius agar pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kerja keras dan koordinasi lintas kementerian inilah dalam menjalankan arahan Presiden yang berbuah terwujudnya jalan daerah di Subah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan salam dari Menko Infrastruktur AHY dan Menteri PU kepada masyarakat Sambas, serta memastikan bahwa pembangunan ini bukan yang terakhir.
“Insyaallah akan ada pembangunan lanjutan. Termasuk sisa 1,4 kilometer, kita akan upayakan dan perjuangkan di era Presiden Prabowo dan di era Bupati Sambas saat ini,” pungkas Herzaky.
Sementara itu, mewakili Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjan Umum, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Chandra Syah Parmance, menegaskan bahwa rampungnya jalan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas dan mendorong kesejahteraan masyarakat Sambas.
Ia menjelaskan, proyek ini merupakan paket Inpres Jalan Daerah di era Presiden Prabowo, tepatnya Inpres Nomor 11 Tahun 2025. Saat ini, IJD tidak lagi direncanakan per tahun, melainkan langsung untuk lima tahun, dari 2025 hingga 2029, agar tidak terjadi pekerjaan yang berulang.
Dengan nilai proyek mencapai Rp18,9 miliar, Chandra menekankan bahwa kualitas menjadi prioritas utama. Jika mutu tidak memenuhi standar, pekerjaan akan ditolak. Meski menghadapi tantangan cuaca dan banjir, proyek tetap dapat diselesaikan tepat waktu berkat kolaborasi lintas pihak.
“Ini bukan superman, melainkan super tim. Dukungan Bupati, Forkopimda, hingga Staf Khusus Kemenko Infrastruktur membuat proyek ini selesai dalam waktu relatif singkat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan dampak signifikan secara teknis dan sosial. Tingkat kemantapan jalan di daerah ini melonjak dari 23 persen menjadi 82 persen, waktu tempuh berkurang drastis, dan distribusi barang menjadi lebih lancar.
“Kebahagiaan Pak Kades tadi adalah kepuasan tertinggi bagi kami. Itu bukti bahwa semua pengorbanan tidak sia-sia,” katanya.
Bupati Sambas, Satono, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun. Menurutnya, merawat infrastruktur merupakan bentuk terima kasih rakyat kepada negara dan para pemimpin yang telah memberi perhatian.
“Doakan mereka yang sudah memberi atensi kepada masyarakat Sambas, agar ke depan bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik untuk rakyat,” ujarnya.
Secara khusus, Satono mengapresiasi peran Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, yang dinilainya aktif mengawal dan membantu proses pengusulan pembangunan jalan ini hingga mendapat tindak lanjut dari pemerintah pusat. Dukungan serta komunikasi yang intens antara pemerintah daerah dan pusat disebutnya menjadi faktor penting terealisasinya pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Diawali dengan tarian penyambutan, peresmian Jalan Sungai Sapah-Sepadak ditandai dengan pemotongan batang pohon bambu yang menjadi tradisi masyarakat setempat oleh Stafsus Herzaky, selanjutnya diakhiri penyerahan sekitar 200 paket beras untuk masyarakat.
Pada peresmian Jalan Sungai Sapah-Sepadak tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Fraksi Partai Demokrat M. Isa, Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi, Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri Sambas atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Ferry Madagascar, Danyonif 645/GTY, para Staf Ahli Bupati Sambas, Asisten Sekda Sambas, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas. (*)
