[OPINI] Menilik Komitmen dan Kehadiran Pemerintah di Kecelakaan Kereta Api

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Arifuddin Hamid menilai tragedi kecelakaan kereta di Bekasi bukan sekadar soal kecelakaan teknis, melainkan cermin pentingnya kesadaran kolektif, komunikasi krisis yang empatik, dan solusi kebijakan sistemik untuk menjamin keselamatan publik.

Berikut ulasannya:

Kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi pada senin (27/4/2026) menyisakan luka mendalam bagi segenap bangsa.

Tragedi yang telah merenggut 16 korban meninggal dan puluhan luka-luka menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran kolektif dalam mencegah bencana.

Kita memang masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), namun dari berbagai peristiwa yang terekam dalam memori publik, ada satu hal yang pasti: rendahnya kesadaran berkendara bertulah petaka.

Kepingan peristiwanya tercatat dengan pasti.

Dimulai dengan adanya sebuah kendaraan taksi yang terjebak di tengah lintasan kereta tidak resmi, lalu ditabrak oleh kereta listrik, mengakibatkan kemacetan dan gangguan perlintasan bagi kereta listrik lainnya.

Akhirnya terjadilah tragedi itu. Sebuah kereta api jarak jauh dengan kecepatan tinggi, dengan tidak sempat menurunkan laju, menghantam dengan keras gerbong paling belakang kereta listrik yang (terpaksa) terparkir, hingga menyebabkan kecelakaan fatal yang menelan korban.

Tragedi ini terjadi dengan sangat cepat. Tanpa persiapan menyelamatkan diri. Bahkan tanpa sempat menyadarinya.

Kita menyampaikan bela sungkawa dan empati mendalam bagi para korban.

Dalam setiap tragedi, ungkapan duka adalah manifes emosi, ia bentuk penegasan humanisme.

Adalah elemen inheren dalam merespon setiap tragedi.

Maka ketika sebuah pernyataan diungkap tanpa empati di dalamnya, ia lantas memantik amarah publik.

Dalam diskursus kebijakan publik, komunikasi empatik menandaskan nurani yang masih bekerja.
Bukan wujud sedu-sedan belaka, namun hadir sebagai bentuk integrasi emosi dengan kepiluan massa. Kita berduka secara kolektif.

Maka langkah cepat Presiden Prabowo dan Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY, dalam mendatangi lokasi bencana dan menjenguk korban menegaskan pemerintah hadir dan bergerak bersama rakyat dalam menangani bencana.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini