Selain itu, orang dengan riwayat alergi juga sebaiknya berhati-hati. Kelapa termasuk jenis kacang pohon sehingga bisa memicu reaksi alergi pada individu sensitif.
Penderita cystic fibrosis, pasien yang akan menjalani operasi, hingga orang dengan gangguan ginjal juga disarankan membatasi konsumsi air kelapa.
Kadar kalium yang tinggi dalam minuman ini bisa mengganggu keseimbangan elektrolit, menurunkan tekanan darah, bahkan memperburuk fungsi ginjal.
Tak hanya itu, penderita diabetes harus memperhatikan asupannya.
Meski alami, air kelapa mengandung gula 6–9 gram per gelas yang berisiko meningkatkan kadar gula darah jika dikonsumsi berlebihan.
Terakhir, orang dengan tekanan darah rendah perlu menghindari konsumsi rutin air kelapa karena dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga pingsan.
Meski menyehatkan, bijaklah dalam mengonsumsi air kelapa.
Mengenali kondisi tubuh serta berkonsultasi dengan dokter menjadi langkah penting agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

