TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah mempercepat langkah transformasi digital nasional dengan menyiapkan sistem Digital Single ID berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Kehadiran sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos), memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong efisiensi berbagai program negara.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan Digital Single ID akan menjadi fondasi penting dalam integrasi data nasional.
Melalui sistem ini, pemerintah dapat memastikan bantuan dan transfer tunai langsung diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Menurut Luhut, penggunaan teknologi AI memungkinkan pemerintah melakukan pemetaan dan pengelompokan data penerima manfaat secara lebih akurat.
Dengan demikian, berbagai program bantuan yang selama ini tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga dapat dikelola secara terpadu dan terukur.
“Seluruh bantuan sosial dan transfer tunai nantinya akan lebih tepat sasaran karena didukung sistem data yang terintegrasi,” kata Luhut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (9/6/2026).
Selain memperbaiki distribusi bansos, pemerintah juga berencana mengubah pola subsidi yang selama ini berbasis komoditas menjadi subsidi langsung kepada penerima manfaat.
Kebijakan tersebut dinilai dapat mengurangi kebocoran anggaran sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan dana negara.
Baca juga: Pemerintah Perluas Uji Coba Digitalisasi Bansos di Sorong, Fokus pada Ketepatan Sasaran Penerima
Luhut menegaskan bahwa transformasi digital yang sedang dibangun merupakan bagian dari upaya menciptakan pemerintahan modern berbasis data.
