Pemerintah juga menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang terdampak melalui bus DAMRI dan kereta api bekerja sama dengan PT KAI, termasuk rute menuju dan dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Selain itu, pemerintah menyiapkan relaksasi bagi penumpang asing yang melewati batas izin tinggal akibat pembatalan penerbangan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan penumpang terdampak, termasuk WNA, tetap mendapatkan perlindungan dan kepastian selama menghadapi gangguan perjalanan.
Baca Juga: AHY Tegaskan Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau Berhak Refund Tiket Pesawat 100 Persen
Menko AHY mengapresiasi Kementerian Perhubungan beserta seluruh jajaran, AirNav Indonesia, operator bandara, maskapai penerbangan, serta pihak terkait yang terus bekerja menangani dampak erupsi.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan mengingat kondisi vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kami semua berupaya agar masyarakat yang terdampak langsung tidak terlalu berat,”
“Informasi atau progres dan update yang bisa disampaikan dari waktu ke waktu mohon agar diikuti oleh masyarakat luas,” ujar Menko AHY.
Baca Juga: Citra Satelit Rekam Erupsi Anak Krakatau, Selat Sunda Berubah Warna
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait perkembangan penerbangan dan tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap waspada, teredukasi, tetapi tidak mengakibatkan adanya kepanikan yang luar biasa,”
“Saya rasa ini adalah tugas kita bersama,” pungkas Menko AHY. (*)
