Skema ini diharapkan memperkaya wawasan global tanpa meninggalkan penguatan institusi pendidikan nasional.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dan terintegrasi dengan ekosistem SMA Unggul Garuda.
Hingga 2025, tercatat 416 mahasiswa telah menerima Beasiswa Garuda dan menempuh studi di berbagai perguruan tinggi ternama dunia.
Pada 2026, sistem seleksi disesuaikan agar lebih selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Penilaian kini berfokus pada 100 peringkat terbaik bidang studi berdasarkan pemeringkatan QS, bukan lagi peringkat universitas secara umum.
Kebijakan ini mendukung sektor prioritas seperti kesehatan, pangan, energi, pertahanan, transformasi digital, hingga hukum dan kebijakan publik.
Selain itu, Letter of Acceptance (LoA) tidak lagi menjadi syarat utama.
Pendanaan program bersumber dari Dana Abadi Pendidikan yang dikelola LPDP, dengan pendaftaran dilakukan melalui portal resmi LPDP.
Baca juga:Â Beasiswa Huayu Enrichment Scholarship 2026 Dibuka, Kesempatan Belajar Mandarin di Taiwan
Pemerintah berharap program ini melahirkan generasi unggul dan adaptif yang siap berkontribusi di tingkat global.

