Jangan Ditutupi, Demokrat Desak Kapolri Transparan soal Dugaan Polisi Terlibat Narkoba

Jika terbukti bersalah, proses hukum harus dijalankan tanpa pandang bulu sesuai aturan yang berlaku.

Ia menyinggung sejumlah kasus yang mencuat di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, termasuk dugaan keterlibatan aparat di Toraja.

“Tidak ada ampun bagi aparat yang menyalahgunakan kewenangan, apalagi dalam kasus narkoba. Masyarakat sudah sangat gelisah,” tegasnya.

Sebelumnya, AKP Arifan Efendi yang menjabat Kasat Narkoba Polres Toraja Utara diamankan oleh Polda Sulawesi Selatan atas dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran sabu.

Penangkapan itu merupakan pengembangan dari kasus tersangka ET alias O yang kedapatan membawa 100 gram sabu di wilayah hukum Polres Tana Toraja.

Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap dugaan aliran dana sebesar Rp13 juta per pekan kepada oknum aparat sejak September 2025.

Baca juga: Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Minta BUMD Tak Lagi Bergantung pada Suntikan Pemda

Kasus ini kini masih dalam pendalaman oleh kepolisian daerah setempat.

Baca Juga:  [Berita Utama] Kronologi Kapal Arupadhatu Hilang hingga Jasad ABK Teridentifikasi