“Frontliner ini kan garda terdepan yang melayani para wisatawan kita. Termasuk salah satunya ojol, driver online, dan pelaku UMK. Mereka dibekali bimtek agar mampu memberikan pelayanan prima, sehingga wisatawan merasa nyaman datang ke Sukabumi,” ujar Iman.
Ia menambahkan, peran pengemudi ojol tidak hanya sekadar penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai wajah pertama pariwisata daerah.
Oleh karena itu, pembekalan mengenai manajemen pelayanan dianggap penting untuk meningkatkan citra positif Sukabumi di mata wisatawan.
“Makanya, stakeholder garda terdepan ini kita kasih ilmu dari para pelatih dan akademisi. Harapannya, mereka bisa menerapkan manajemen pelayanan yang baik. Pariwisata Sukabumi harus maju, dimulai dari orang-orang yang berhubungan langsung dengan wisatawan,” jelasnya.
Bimtek ini tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga simulasi praktis, seperti etika komunikasi, sikap ramah, hingga cara menyampaikan informasi destinasi wisata dengan menarik.
Para peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Selain menambah wawasan, bimtek ini juga menjadi motivasi untuk lebih profesional dalam bekerja.
Baca juga: Soal Pilkada, Asosiasi Driver Online Ingin Calon Wali Kota Asli Semarang
“Dengan begitu, kehadiran driver online diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata Sukabumi yang tengah berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat,” pungkas Iman.
