Ia menilai publik telah menaruh harapan besar untuk melihat Indonesia tampil di panggung dunia, namun kenyataannya justru berakhir dengan kekecewaan.
“Kekecewaan masyarakat itu sangat terasa. Ini bukan sekadar takdir, tapi akibat dari keputusan yang keliru,” katanya.
Lebih lanjut, Esti menyoroti keputusan PSSI mengganti Shin Tae-yong yang dinilai berhasil meningkatkan performa Timnas.
“Pelatih yang sedang berprestasi malah diberhentikan. Faktanya, hasilnya justru lebih buruk,” tambahnya.
DPR berencana memanggil Erick Thohir tidak hanya untuk membahas kegagalan Timnas, tetapi juga mengevaluasi pembinaan atlet muda, tata kelola federasi, dan arah kebijakan olahraga nasional ke depan.
Baca juga: Tergabung di Grup C, Pengamat Optimistis Timnas Indonesia U-23 Pertahankan Gelar di SEA Games 2025
“Kami ingin ini jadi titik balik pembenahan sepak bola nasional. Jangan sampai semangat besar publik padam karena salah urus,” tegas Esti.

