Situasi serupa terjadi pada Timnas Indonesia U-23. Gerald Vanenburg dipercaya membangun tim dengan pendekatan permainan berbasis penguasaan bola.
Namun, Garuda Muda gagal meraih gelar Piala AFF U-23 di kandang sendiri dan tak mampu mengamankan tiket ke putaran final Piala Asia U-23, meski sebelumnya berstatus semifinalis.
Penurunan prestasi juga terjadi di ajang SEA Games Thailand.
Timnas Indonesia U-22 yang dilatih Indra Sjafri harus tersingkir lebih awal setelah gagal lolos dari fase grup.
Hasil tersebut menjadi pukulan tersendiri, mengingat target medali telah dicanangkan sejak awal.
Rentetan hasil negatif ini memicu diskusi luas di kalangan pengamat dan suporter mengenai arah kebijakan teknis PSSI.
Baca juga:Â Timnas Indonesia Tersingkir dari SEA Games 2025, Arya Sinulingga Lempar Tangan
Tahun 2025 pun dinilai sebagai periode evaluasi penting bagi sepak bola nasional, terutama dalam menentukan strategi pembinaan dan penunjukan pelatih ke depan agar prestasi Timnas Indonesia kembali ke jalur positif.

