6. Mengatur penggunaan air untuk pertanian
Petani dapat menggunakan metode irigasi yang efisien, menyesuaikan jadwal tanam dengan ketersediaan air, serta berkoordinasi dengan kelompok tani dan petugas pertanian mengenai kondisi iklim setempat.
7. Memprioritaskan kebutuhan pokok
Ketika persediaan menipis, utamakan air untuk minum, memasak, kebersihan diri, dan sanitasi. Jika sumber air mengering, masyarakat dapat menghubungi pemerintah desa, kelurahan, atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperoleh informasi bantuan air bersih.
8. Membiasakan penggunaan air secara bijak
Libatkan seluruh anggota keluarga dalam penghematan air. Air bekas membilas sayuran dapat digunakan untuk menyiram tanaman jika tidak tercampur bahan berbahaya. Hindari penggunaan air berlebihan untuk mencuci kendaraan atau menyiram halaman.
Kesiapsiagaan Perlu Dilakukan Sejak Dini
Menghadapi risiko kekeringan membutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan sektor pertanian. Kebiasaan menghemat air, menjaga lingkungan, serta memantau informasi cuaca dapat membantu mengurangi dampak kekurangan air.
Baca juga:Â Apa Itu El Nino Godzilla Sebabkan Karhutla? Ini Prediksi Kapan Berakhir Menurut BMKG
Dengan melakukan langkah antisipasi sejak awal, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi musim kemarau dan menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

