TAJUKNASIONAL.COM Puluhan pesepak bola muda asal Sumatera Utara batal mengikuti ajang Liga TopSkor National Championship (TNC) 2026 di Bogor setelah diduga menjadi korban penipuan yang melibatkan oknum panitia regional.
Para pemain bahkan sempat terlantar di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, karena tidak memiliki tiket penerbangan meski telah menyelesaikan seluruh pembayaran administrasi.
Setiap peserta sebelumnya disebut telah membayar biaya sebesar Rp 5,5 juta untuk mengikuti kompetisi nasional tersebut.
Namun, keberangkatan yang dijadwalkan tidak pernah terealisasi sehingga memicu kekecewaan para pemain dan orang tua.
Salah seorang orang tua pemain, Umasari Saragih, mengaku mempercayai panitia karena telah lama mengenal sosok yang bertugas sebagai Ketua Panitia Pelaksana Liga TopSkor Regional Sumut.
Menurutnya, yang bersangkutan juga merupakan pelatih di sekolah sepak bola tempat anaknya berlatih.
“Awalnya kami percaya karena dia juga melatih anak kami. Namun, belakangan komunikasi terputus dan hingga kini sulit dihubungi,” ujarnya.
Umasari mengatakan kerugian yang dialami tidak hanya berupa materi, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis para pemain yang telah mempersiapkan diri untuk tampil di tingkat nasional.
Ia berharap panitia menunjukkan tanggung jawab dengan mengembalikan dana yang telah disetorkan.

