TAJUKNASIONAL.COM Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah sebagai langkah mitigasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan curah hujan di daerah-daerah yang berisiko mengalami penurunan ketersediaan air akibat fenomena El Nino.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengatakan operasi terbaru mulai dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, yang menjadi salah satu wilayah rawan karhutla.
Selain Riau, kegiatan serupa juga dilakukan di Aceh, Sumatera Selatan, kawasan Danau Toba, serta Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Jawa Barat.
Menurut BMKG, operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan menyemai awan yang berpotensi menghasilkan hujan menggunakan bahan semai berupa garam atau natrium klorida (NaCl).
Baca juga: BPBD Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca, 800 Kilogram CaO Disebar di Langit
Metode tersebut tidak bertujuan membentuk awan baru, melainkan mengoptimalkan awan yang sudah tersedia agar menghasilkan curah hujan sehingga kelembapan lahan tetap terjaga dan pasokan air di waduk maupun daerah tangkapan air dapat dipertahankan.
