Target utamanya adalah untuk semua sektor pengguna solar, mulai dari kendaraan transportasi darat, kereta api, alat berat pertambangan, hingga sektor perkapalan.
Implementasi penerapan BBM B50 di Indonesia merupakan fase lanjutan dari kebijkanan penggunaan Biosolar di Indonesia.
Yanng dimulai pada 2008 silam, denngan kategori B2.5.
Di mana saat itu, Biosolar pertama yang dipasarkan adalah Biodisel dengan komposisi campuran FAME 2,5 persen.
Dan 97,5 persen sisanya adalah solar dari bahan bakar fosil.
Sedangkan di Juli 2026 ini, Biosolar B50 resmi diimplementasikan di Indonesia.
Penerapan Biodisel B50 ini diyakini menjadi kebijakan negara yang akan menyelamatkan Devisa Negara.
Dengan penghentian impor solar BBM fosil sebgaian yang berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun, serta menghemat anggaran subsidi BBM hingga Rp48 triliun. (*)
