TAJUKNASIONAL.COM Inggris tengah menghadapi lonjakan kasus flu mutasi yang dijuluki sebagai super flu, memaksa sejumlah rumah sakit menetapkan status insiden kritis.
Kondisi ini juga berdampak pada sektor pendidikan, di mana beberapa sekolah kembali menerapkan pembatasan aktivitas yang mengingatkan pada masa pandemi COVID-19.
Para pakar kesehatan menilai wabah kali ini berpotensi menjadi yang terburuk dalam sepuluh tahun terakhir.
Peningkatan kasus dipicu oleh kombinasi virus influenza mutasi H3N2, respiratory syncytial virus (RSV), serta norovirus.
Situasi tersebut membuat kapasitas layanan kesehatan nasional Inggris (NHS) berada di bawah tekanan berat.
Data terbaru menunjukkan rata-rata sekitar 1.700 pasien dirawat akibat flu setiap pekan, meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Strain flu yang beredar, dikenal sebagai subklade K, disebut telah mengalami mutasi sehingga diduga mampu mengurangi efektivitas perlindungan vaksin.
Selain itu, minimnya paparan virus H3 dalam beberapa tahun terakhir membuat tingkat kekebalan masyarakat relatif rendah.
Baca juga: Fenomena Super Flu: Kenali 5 Gejala, Risiko, dan Cara Menghadapinya Sejak Dini
Tekanan semakin besar karena NHS juga bersiap menghadapi aksi mogok dokter junior.
