Trump Berterima Kasih kepada Indonesia atas Peran dalam Stabilisasi Gaza

Trump Berterima Kasih kepada Indonesia atas Peran dalam Stabilisasi Gaza

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas komitmennya membantu upaya stabilisasi Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa, 22 September 2026.

Dalam pidatonya, Trump secara khusus menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang berkomitmen memberikan pasukan, personel kepolisian, maupun pelatihan untuk membantu stabilisasi Gaza.

“Saya juga ingin berterima kasih kepada mereka yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia,” kata Trump dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia.

Selain Indonesia, Trump juga menyebut sejumlah negara lain, di antaranya Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir dan Yordania.

Indonesia Siapkan Hingga 8.000 Personel

Apresiasi Trump tersebut berkaitan dengan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi dalam misi internasional di Gaza.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapan Indonesia mengirim hingga 8.000 personel untuk misi perdamaian di Gaza melalui International Stabilization Force (ISF).

Komitmen tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington pada Februari 2026. Saat itu, Prabowo mengatakan Indonesia siap menyumbangkan personel dalam jumlah signifikan, hingga 8.000 orang atau lebih apabila diperlukan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kemudian menyampaikan bahwa jumlah personel yang disiapkan Indonesia berada di kisaran 8.000 orang. Namun, pada tahap tersebut pemerintah masih mematangkan mekanisme serta pengaturan teknis pengiriman pasukan.

Artinya, komitmen Indonesia tersebut bukan muncul secara tiba-tiba dalam pidato Trump. Rencana tersebut telah dibahas pemerintah Indonesia dalam kerangka keterlibatan internasional untuk membantu stabilisasi Gaza.

Masuk dalam Kerangka Board of Peace

Keterlibatan Indonesia berkaitan dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk untuk mendukung berbagai upaya terkait stabilisasi, rekonstruksi dan tata kelola pascakonflik di Gaza.

Dalam pidatonya di PBB, Trump mengatakan hampir 30 negara telah bergabung dalam Board of Peace. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang memberikan dukungan finansial maupun personel untuk menjalankan berbagai agenda yang berkaitan dengan Gaza.

Sementara itu, Board of Peace menyatakan misinya mencakup upaya mendorong stabilitas, membangun kembali pemerintahan yang dapat berjalan, serta mendukung perdamaian di wilayah yang terdampak konflik.

Indonesia sendiri telah menyatakan kesiapannya mengambil peran dalam upaya perdamaian Palestina. Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia siap meningkatkan perannya untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina, termasuk melalui Board of Peace dan International Stabilization Force.

Pengiriman Pasukan Masih Memerlukan Pengaturan

Meski angka hingga 8.000 personel telah disampaikan pemerintah, keterlibatan Indonesia tetap membutuhkan pengaturan lebih lanjut terkait penempatan, mandat, koordinasi dan mekanisme operasional di lapangan.

Pada Februari lalu, pemerintah menegaskan bahwa lokasi penempatan personel Indonesia belum ditentukan secara final. Prasetyo Hadi juga mengatakan persiapan dilakukan sebelum pasukan benar-benar dikerahkan untuk menjalankan komitmen tersebut.

Karena itu, komitmen 8.000 personel perlu dibedakan dari kondisi bahwa seluruh personel tersebut telah berada di Gaza. Angka tersebut merupakan jumlah yang disiapkan atau dikomitmenkan Indonesia dalam kerangka misi yang sedang disusun.

Trump Sebut Indonesia Bersama Negara Lain

Dalam pidato di PBB, Trump menempatkan Indonesia bersama sejumlah negara yang menurutnya telah memberikan komitmen personel, polisi maupun pelatihan untuk mendukung stabilisasi Gaza.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk pengakuan terbuka terhadap keterlibatan Indonesia dalam agenda internasional yang berkaitan dengan Gaza. Trump menyampaikan apresiasi itu ketika membahas perkembangan rencana perdamaian dan peran Board of Peace.

Sebelumnya, pada pertemuan Board of Peace Februari 2026, Indonesia juga telah menyampaikan secara langsung komitmen pengiriman hingga 8.000 personel. Dengan demikian, pernyataan Trump di PBB menjadi kelanjutan dari komitmen yang sebelumnya telah diumumkan pemerintah Indonesia.

Bagi Indonesia, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kebijakan untuk ikut berkontribusi dalam upaya perdamaian Palestina. Bentuk kontribusinya tidak hanya berupa personel, tetapi juga dapat mencakup pelatihan dan dukungan lain dalam kerangka misi internasional.

Trump sendiri dalam pidatonya mengatakan negara-negara yang memberikan dukungan personel maupun pelatihan memiliki peran dalam membantu stabilisasi Gaza. Indonesia menjadi salah satu negara yang disebut secara langsung dalam daftar tersebut.

Dengan komitmen tersebut, Trump berterima kasih kepada Indonesia di hadapan forum internasional atas keterlibatannya dalam rencana stabilisasi Gaza. Sementara itu, pemerintah Indonesia masih perlu memastikan aspek teknis dan operasional sebelum pengerahan personel benar-benar dilaksanakan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini