TAJUKNASIONAL.COM Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras terkait masa depan kepemimpinan FIFA.
Trump menilai organisasi sepak bola dunia tersebut dapat melakukan “kesalahan fatal” apabila mengganti Gianni Infantino dari posisi Presiden FIFA.
Pernyataan Trump muncul ketika posisi Infantino tengah menghadapi tekanan dari sejumlah asosiasi anggota FIFA.
Kontroversi terkait rencana penjualan saham Piala Dunia turut memperbesar sorotan terhadap kepemimpinan pria asal Swiss tersebut.
Trump menyampaikan dukungannya kepada Infantino melalui unggahan di platform media sosial Truth Social. Ia menilai FIFA akan mengambil keputusan yang keliru apabila mempertimbangkan pergantian kepemimpinan.
Baca Juga: Ranking FIFA Terus Naik, Performa Timnas Indonesia di Era John Herdman Mulai Menanjak
“FIFA akan melakukan kesalahan fatal jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti presiden Gianni Infantino,” tulis Trump.
Trump juga memberikan pujian terhadap kinerja Infantino dalam memimpin penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Menurut Trump, Infantino memiliki peran penting dalam menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai salah satu penyelenggaraan paling sukses.
“Dia sosok yang luar biasa; dia baru saja memimpin Piala Dunia paling sukses, bahkan empat kali lipat lebih sukses, yang pernah diselenggarakan,” ucap Trump.
Trump bahkan memperingatkan bahwa keberhasilan turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut dapat sulit dipertahankan apabila Infantino meninggalkan jabatannya.
“Jika dia pergi, ajang ini tidak akan pernah lagi sesukses atau semenguntungkan itu!” kata Trump.
Baca Juga: Pasang Target Juara, Timnas Indonesia Siap Turunkan Kekuatan Penuh di FIFA ASEAN Cup 2026
Posisi Infantino Mendapat Tekanan
Dukungan Trump muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap Infantino. Sejumlah konfederasi dan asosiasi anggota disebut mempertanyakan arah kepemimpinan FIFA.
UEFA, CONCACAF, dan AFC menjadi kelompok yang disebut paling vokal menentang Infantino. Sejumlah asosiasi juga dilaporkan mendorong agar Infantino meninggalkan kursi Presiden FIFA.
Tekanan tersebut bahkan berkembang menjadi ancaman untuk membentuk atau menggelar kompetisi sendiri apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan respons.
Infantino juga dikabarkan mendapat desakan agar tidak kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
