Brian menambahkan, percepatan juga mencakup penggantian kompor LPG menjadi kompor listrik. Ia menilai konversi ini dapat berdampak pada efisiensi dan stabilitas APBN melalui pengurangan beban subsidi LPG.
“Sehingga nanti ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG subsidi kita, beban subsidi LPG listrik itu intinya harus kita kurangi sehingga APBN kita lebih stabil,” pungkasnya.
Langkah pembentukan satgas ini menegaskan bahwa program transisi energi tidak hanya diarahkan untuk memperluas energi ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar menuju kedaulatan energi nasional melalui efisiensi, pengurangan impor, dan pengendalian beban subsidi.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
