Selain itu, Prabowo memaparkan besarnya devisa dari komoditas unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit dan batu bara yang mencapai ratusan triliun rupiah sepanjang 2025. Meski demikian, ia mempertanyakan mengapa pertumbuhan ekonomi nasional belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Bagaimana bisa pertumbuhan 35 persen tapi kelas menengah menurun, kemiskinan meningkat,” kata Prabowo.
Kepala negara menilai kondisi tersebut dipengaruhi persoalan sistemik dalam pengelolaan ekonomi nasional, termasuk praktik transfer pricing, under invoicing, hingga penyelundupan yang menyebabkan aliran kekayaan negara keluar selama bertahun-tahun.
Prabowo juga menegaskan Indonesia harus memiliki kedaulatan dalam menentukan harga komoditas strategis nasional seperti kelapa sawit, nikel, dan emas.
“Saya tidak mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa lain. Kita tentukan harga kita,” tegasnya.
Pidato tersebut menjadi sinyal pemerintah untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional sekaligus memperbaiki tata kelola sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
