Prabowo Kritik Birokrasi Perizinan: Malaysia 2 Minggu, Indonesia 2 Tahun

Prabowo menegaskan negara tetap harus hadir dalam pengawasan dan perlindungan masyarakat. Namun, di sisi lain, pemerintah juga membutuhkan pelaku usaha yang berani berinovasi, mampu bersaing sehat, dan memiliki kemampuan manajerial yang baik.

Pemerintah, kata dia, saat ini tengah menyiapkan pendidikan kewirausahaan bagi generasi muda agar tidak hanya bergantung pada pekerjaan sebagai aparatur negara. Selain itu, dukungan pembiayaan bagi perusahaan rintisan atau startup juga akan diperkuat.

Presiden turut meminta bank-bank Himbara lebih berpihak kepada pelaku UMKM dan masyarakat kecil dibanding hanya memberikan kredit kepada kelompok usaha besar yang sudah mapan.

“Saya minta bank-bank Himbara, cobalah menjadi bank yang patriotik,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti lambatnya proses perizinan usaha yang dinilai menghambat iklim investasi. Ia meminta reformasi birokrasi dipercepat agar dunia usaha tidak dibebani praktik pungutan liar maupun prosedur yang berlarut-larut.

“Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam 2 minggu, kenapa kita izinnya 2 tahun? Memalukan,” kata Prabowo.

Presiden menilai sinergi antara pemerintah, swasta, UMKM, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan kemakmuran nasional yang lebih merata.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini