Usai berdialog, Wamenaker meninjau area produksi dan menyapa para pekerja, termasuk penyandang disabilitas. Ia mengapresiasi komitmen perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk penerapan dunia kerja yang inklusif.
Afriansyah menegaskan, Kementerian Ketenagakerjaan siap mendukung kebutuhan industri melalui penyelenggaraan pelatihan vokasi agar masyarakat sekitar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Perusahaan kami harapkan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Jangan sampai warga sekitar malah enggak kerja. Kemnaker siap memberikan pelatihan agar masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perusahaan memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), memberikan upah sesuai ketentuan, serta terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan Kemnaker menjadi kunci untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat daya saing industri.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
