TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah sedang merumuskan strategi efisiensi energi di sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan publik sebagai bagian dari upaya penghematan energi nasional, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan ini rencananya mulai diterapkan pada April 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan strategi efisiensi akan disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di setiap sektor agar tidak berdampak negatif terhadap pelayanan publik.
Dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah menyepakati lima strategi utama penghematan energi, yaitu penerapan kerja fleksibel atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), penguatan pemanfaatan platform digital, pembatasan perjalanan dinas, penerapan penghematan energi di gedung perkantoran, serta penerapan metode pembelajaran daring secara selektif.
Baca Juga: Menko PMK: Krisis Global Jadi Momentum Percepatan Transformasi Nasional
“Langkah efisiensi harus disusun terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” ujar Pratikno.
