TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026), guna membahas kondisi ekonomi nasional dan stabilitas sektor keuangan di tengah tekanan global.
Salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut adalah kondisi pasar modal nasional yang masih dibayangi arus modal keluar (outflow) akibat dinamika geopolitik dan kebijakan suku bunga tinggi bank sentral Amerika Serikat.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan tekanan global membuat investor asing cenderung menarik dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
“Kalau dari The Fed higher for longer, makanya pada outflow. Namun selama kita yakini fundamental kita baik, kita harapkan ini akan bisa berbalik,” ujar Friderica usai rapat.
Baca Juga: AHY Siap Beri Penjelasan di Ratas Presiden, Bahas Infrastruktur Nasional?
Menurutnya, OJK terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan transparansi pasar modal dan memperkuat kepercayaan investor global. Langkah tersebut meliputi keterbukaan data kepemilikan saham hingga peningkatan rincian klasifikasi data investor.
