Berdasarkan pengalamannya mengunjungi kawasan transmigrasi dan daerah terpencil, ia kerap menemukan peneliti maupun pelaku usaha dari berbagai negara yang telah lebih dulu memetakan potensi daerah di Indonesia. Bahkan, di sejumlah destinasi wisata terdapat usaha pariwisata yang telah lama dikelola warga negara asing.
“Kalau kita tidak hadir di seluruh kawasan Indonesia, maka akan ada orang lain yang hadir di kawasan tersebut, melihatnya, mengelolanya, dan memanfaatkan potensinya,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong perguruan tinggi memperluas kegiatan riset dan pengabdian masyarakat hingga ke wilayah-wilayah yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Menurutnya, kehadiran akademisi menjadi bagian penting dalam mengubah potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi nasional.
“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu menciptakan pengetahuan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghadirkan pengetahuan hingga ke titik paling jauh dari peta Indonesia,” pungkasnya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
