TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmen pemerintah dalam membantu penyelesaian persoalan lahan yang dihadapi Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Borneo Orangutan Survival Foundation/BOSF) di kawasan konservasi Samboja Lestari, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Komitmen tersebut disampaikan saat Iftitah meninjau langsung kawasan konservasi pada Jumat (12/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia melihat kondisi Samboja Lestari yang sebagian areanya terdampak aktivitas perambahan dan alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit.
Iftitah mengatakan pemerintah saat ini terus mendorong transformasi program transmigrasi yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan.
“Saya sengaja datang ke kawasan ini untuk memberikan pesan yang sangat kuat kepada seluruh masyarakat Indonesia. Jika dulu transmigrasi selalu dipersepsikan tidak ramah lingkungan maka hari ini kami telah lakukan transformasi,” ujar Iftitah.
Baca Juga: Kementerian Transmigrasi Siapkan Skema Khusus untuk 13 Sumur Migas Bernilai Rp2,6 Triliun
Ia menjelaskan kawasan tersebut awalnya merupakan lahan transmigrasi yang dikembangkan pada periode 1988-1993. Saat itu sebanyak 221 kepala keluarga ditempatkan di Desa Tani Bhakti dengan total Hak Pengelolaan Lahan (HPL) mencapai 2.500 hektare. Sebagian lahan kemudian diberikan kepada masyarakat dalam bentuk Sertifikat Hak Milik (SHM).
