Menko AHY Lepas Tim Ekspedisi Patriot 2026, Tegaskan Pentingnya Data Lapangan untuk Perumusan Kebijakan

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa data empiris yang diperoleh langsung dari lapangan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi agar lebih tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Sebanyak 1.476 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, peneliti, dan sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia akan melaksanakan penugasan di sejumlah kawasan transmigrasi.

Mereka akan melakukan pemetaan potensi wilayah sekaligus menyusun rekomendasi berbasis data sebagai bahan pengembangan kawasan.

Menurut Menko AHY, keterlibatan generasi muda dalam Ekspedisi Patriot merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui pendekatan yang bertumpu pada hasil riset dan kondisi nyata di lapangan.

“Kita ingin membangun kawasan transmigrasi yang menjadi magnet baru bagi investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di situlah kontribusi para mahasiswa menjadi sangat penting, karena rekomendasi yang mereka hasilkan akan lahir dari kondisi nyata di lapangan,” ujar Menko AHY.

Ia menjelaskan bahwa para peserta akan melakukan identifikasi terhadap berbagai potensi sekaligus tantangan yang dimiliki kawasan transmigrasi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hingga hilirisasi.

Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah dalam mengembangkan setiap kawasan sesuai karakteristik serta keunggulan yang dimiliki masing-masing daerah.

Menko AHY juga menegaskan bahwa arah pembangunan transmigrasi kini telah mengalami perubahan paradigma.

Fokusnya tidak lagi semata-mata pada perpindahan penduduk, tetapi pada pembangunan kawasan agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang dahulu paradigmannya adalah memindahkan penduduk keluar Pulau Jawa, kini paradigmannya berubah menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut agar menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, masuknya investasi, serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menko AHY berharap seluruh hasil observasi yang dilakukan peserta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan menjadi referensi empiris yang melengkapi data pemerintah dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi.

“Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik. Data empiris dari lapangan akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” tutup Menko AHY.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh peserta selama menjalankan penugasan di lapangan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri, TNI, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat di setiap lokasi penugasan. Alhamdulillah, seluruh daerah menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot karena memang mereka membutuhkan masukan dan pendampingan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi,” ujar Mentrans Iftitah.

Selain dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, Kementerian Transmigrasi juga menyiapkan sistem pemantauan selama 24 jam melalui posko khusus yang akan memantau perkembangan seluruh peserta selama masa penugasan.

“Meski demikian, kami tidak akan lengah. Selama para peserta bertugas, kami menyiapkan koordinasi selama 24 jam melalui posko pemantauan agar setiap perkembangan dapat dipantau dan seluruh peserta menjalankan penugasan dengan aman,” tegas Mentrans Iftitah.

Melalui pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026, pemerintah berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Rekomendasi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, serta Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non-Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri Merry Riana. (hen)

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini