Kondisi tersebut dinilai membuka peluang pasar yang semakin luas, terutama di kalangan generasi muda. Karena itu, penguatan aspek branding, promosi, storytelling, akses pasar, pendanaan, dan jejaring usaha menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri jamu nasional.
Teuku Riefky juga menegaskan Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu pusat industri wellness dunia berkat kekayaan rempah-rempah dan tradisi kesehatan berbasis herbal yang masih terjaga hingga saat ini.
Sebagai upaya memperluas pasar jamu Indonesia, Kementerian Ekraf akan berkolaborasi dengan Dewan Jamu Indonesia dalam penyelenggaraan Jamu International Conference and Expo (JICE) 2026 pada Oktober mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat promosi sekaligus meningkatkan daya saing jamu Indonesia di pasar global.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
