TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) untuk mendorong industri perfilman nasional memiliki ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan JAFF Festival dan JAFF Market perlu dikembangkan tidak hanya sebagai ajang perfilman, tetapi juga ruang bertemunya pelaku industri, investor, pemilik merek, dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif.
“Penyelenggaraan JAFF Festival dan JAFF Market harus semakin besar kolaborasinya sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Teuku Riefky saat menerima audiensi penyelenggara JAFF di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
JAFF Festival ke-21 dan JAFF Market 2026 dijadwalkan berlangsung di Jogja Expo Center pada 28–30 November 2026. JAFF Market dirancang sebagai hub and marketplace yang menghubungkan berbagai sektor dengan ekosistem perfilman melalui sejumlah program, antara lain Content Market, Talent Day, Film Industry Exhibition, Company Showcase, dan Film Conference.
Potensi bisnis ajang tersebut tercermin dari penyelenggaraan JAFF Market 2025 yang mencatat 7.784 pengunjung, 1.431 pemegang akreditasi, serta 116 booth dari 142 perusahaan. Kegiatan itu menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp130 miliar dengan nilai kesepakatan bisnis mencapai Rp43,25 miliar.
Teuku Riefky menilai JAFF Market 2026 dapat diperluas menjadi ruang kolaborasi antara industri, investor, dan pelaku usaha. Menurutnya, forum tersebut juga dapat diintegrasikan dengan berbagai program ekonomi kreatif, termasuk Road to JAFF Market melalui promosi film dan creative session.
“IP dari subsektor film tidak hanya dilihat sebagai karya, tetapi mampu menjadi aset berharga yang menjadi bagian skema pembiayaan,” katanya.
Festival Director JAFF Ifa Isfansyah mengatakan penguatan ekosistem perfilman membutuhkan sinergi sineas, penonton, media, dan pemerintah dengan visi yang sama.
Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan forum B2B dan B2C, pertemuan merek dengan pembuat film dan produser, promosi film Indonesia di pasar global, serta pemanfaatan jejaring internasional untuk menghadirkan pelaku industri film dunia ke Indonesia.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
