TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Transmigrasi menilai peningkatan kinerja sektor pertanian nasional menjadi momentum untuk memperkuat peran kawasan transmigrasi sebagai pusat produksi pangan baru yang mendukung target swasembada nasional.
Hal itu disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian, di antaranya penurunan harga pupuk sekitar 20 persen, Nilai Tukar Petani yang mencapai 127 persen, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, serta produksi pangan nasional yang disebut mencapai 38 juta ton.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani dan nelayan merupakan pilar utama keberlangsungan bangsa sehingga penguatan sektor pangan harus menjadi prioritas pembangunan nasional.
“Para petani dan nelayan adalah penghasil makanan, penghasil pangan. Tidak ada negara bisa berdiri, bahkan tidak ada peradaban yang bisa bertahan tanpa pangan,” ujar Presiden Prabowo.
Baca Juga: AHY: Oposisi Penting, tetapi Kritik Harus Disertai Solusi untuk Bangsa
Menanggapi arahan tersebut, Iftitah menyatakan kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk memperluas basis produksi pangan melalui pemanfaatan lahan, pengembangan komoditas unggulan, serta penerapan teknologi pertanian modern.
