Ia menambahkan, pengaruh peradaban India di Nusantara dapat ditelusuri dari berbagai peninggalan sejarah, mulai dari penggunaan kosakata Sanskerta dalam bahasa Indonesia hingga kisah Ramayana yang terukir di Candi Prambanan. Jejak tersebut menunjukkan adanya pertukaran gagasan dan nilai yang berlangsung jauh sebelum era diplomasi modern.
Dalam pidatonya, AHY juga mengenang pengalaman personal saat menempuh pendidikan militer di Magelang, di mana budaya India, termasuk musik dan kuliner, menjadi bagian dari interaksi sehari-hari bersama rekan-rekannya. Hal itu, menurutnya, memperkuat kedekatan emosional antara masyarakat kedua bangsa.
Menutup pernyataannya, AHY menilai peringatan Hari Republik India menjadi refleksi bahwa bangsa yang majemuk dapat bersatu dalam demokrasi dan pluralisme.
“Kemitraan Indonesia dan India lahir dari kesadaran nilai bersama, bukan sekadar dokumen formal,” katanya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
