TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya perencanaan matang dalam proyek-proyek transportasi nasional, termasuk rencana pengembangan kereta cepat di Indonesia.
Dalam forum diskusi “Dari Infrastruktur ke Inklusivitas: Jalan Menuju Ekonomi 8 Persen”, AHY mengungkap pernah mempertanyakan urgensi pembangunan jaringan kereta cepat lintas Jawa. Ia mencontohkan pro-kontra publik terkait kebutuhan moda transportasi tersebut.
Para peserta forum memberikan beragam respons, namun AHY menilai bahwa prioritas transportasi udara antarpulau justru lebih mendesak untuk menunjang mobilitas masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap proyek infrastruktur harus disertai roadmap yang jelas serta pembiayaan yang hati-hati.
Baca Juga: Menko AHY: Pembangunan Infrastruktur Rusak di Sumatra Harus Lebih Baik dan Berkelanjutan
AHY juga menyinggung upaya pemerintah merestrukturisasi keuangan Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) Whoosh agar tidak menimbulkan beban jangka panjang. Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan keberlanjutan proyek sekaligus memperluas pembangunan transportasi lain, termasuk kereta barang dan kereta semi cepat yang lebih relevan dengan kebutuhan industri logistik.
Selain koridor Jawa, AHY menyoroti pentingnya pengembangan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Menurutnya, keberadaan jalur tersebut akan mempermudah distribusi komoditas seperti batubara dan minyak sawit, sekaligus mengurangi tekanan terhadap jalan raya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


