“Kalau negara serius, keberpihakan itu harus konkret, bukan retorika. Guru bukan beban anggaran, tapi investasi masa depan,” tegasnya.
Kritik ini menjadi pengingat bahwa tanpa perbaikan mendasar, sektor pendidikan berisiko kehilangan arah, sekaligus melemahkan fondasi pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
