Rasa tidak percaya dirinya itu awalnya muncul lantaran ia berpikir bahwa ketua umum partai lain adalah sosok yang hebat-hebat.
Namun, perasaan itu lama kelamaan berubah!
Dan mulai menyadari ilmu yang didapatkannya di Partai Golkar justru lebih baik.
“Setelah saya masuk lihat-lihat, arghhh, tidak paten-paten banget juga mereka,” katanya lagi.
Proses interaksi yang dijalaninya sebagai Ketum Golkar saat bertemu dengan pimpinan partai lain dalam prosesnya membuat dirinya justru menjadi bangga menjadi kader Golkar.
Baca Juga: Siapa Anggota DPRD Diduga Intimidasi dr. Icha? PDIP, Golkar, PKB Siapkan Sanksi
“Aku pikir mereka (ketua umum partai lainnya) hebat-hebat kali,”
“Setelah masuk diskusi, apa, kita test ada tarung-tarung dikit di depan bos besar, ternyata ilmu Golkar lebih baik,” timpalnya lagi.
Perubahan perasaan dari yang awalnya kurang percaya diri lalu kemudian menjadi merasa lebih baik dari Ketum partai lain itu menurutnya berjalan dengan perkembangan intuisi.
Termasuk seni membaca perasaan.
“Ilmu membaca perasaan ini tidak ada di buku,”
“Adanya di mana? ya di tempat pelatihan kayak begini, di ToT kayak begini,” tambah pria yang kini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tersebut.
Baca Juga: Fakta Terduga Pembunuh Nus Kei Ketua Golkar Maluku Tenggara, Salah Satunya Atlet MMA
Dengan alasan itu, ia pun kemudian berpesan kepada peserta untuk bisa mengikuti pelatihan ToT tersebut dengan baik.
