# 100 persen korban meninggal dunia wanita
Lebih lanjut, Marsdya TNI Mohammad Syafii memastikan bahwa seluruh korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi ini adalah bergender perempuan.
“100 persen yang kami evakuasi (korbannya) perempuan,” ujarnya lagi.
Sebagai informasi, gerbong belakang KRL Commuter Line PLB 5568a yang melayani rute Bekasi-Cikarang ini memang diisi oleh gerbong wanita.
Gerbong inilah yang paling terdampak parah akibat hantaman KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari sisi belakang.
Sehingga praktis, para penumpang wanita KRL Commuter Line PLB 5568a yang menempati gerbong inilah yang paling banyak menjadi korban dari insiden nahas nan memilukan ini.
Lebih lanjut, Marsdya TNI Mohammad Syafii memastikan bahwa para korban baik yang meninggal dunia ataupun yang cedera mendapatkan penangangan dari fasilitas kesehatan terkait.
Adapun untuk pengumuman identitas korban, penyerahan korban ke keluarga dan sebagainya, pihaknya berkoordinasi institusi terkait lainnya.
‘Alhamdulillah atas kerjasama semua unsur operasi SAR telah selesai kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan,”
Baca Juga: Siapa Pemilik Taksi Listrik Green SM yang Diduga Terlibat Kecelakaan Kereta di Bekasi?
“Tadi pagi pukul 08.00 WIB sudah selesai, seluruh Tim SAR kita kembalikan ke Homebase masing-masing,”
“Saya pastikan (sudah) tidak ada korban (lagi) yang kami temukan,” pungkasnya. (*)
