TAJUKNASIONAL.COM Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Kawasan Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (25/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang sebelumnya menyampaikan adanya retakan di kawasan danau setelah gempa bumi yang melanda Pulau Flores beberapa waktu lalu.
Menteri Dody menjelaskan bahwa informasi tersebut sebelumnya telah ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT.
Pemeriksaan awal terhadap retakan dan kondisi sekitar danau juga telah dilakukan melalui pemantauan udara menggunakan drone.
“Dan sebetulnya, arahan Pak Mendagri sudah ditindaklanjuti oleh teman-teman di Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT dan pada saat itu Dirjen Sumber Daya Air juga sudah datang untuk mengecek, bahkan sampai turunkan drone,” kata Menteri Dody.
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, Menteri Dody menyebut retakan yang ditemukan saat ini masih relatif tipis.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena aktivitas gempa masih berlangsung dan dikhawatirkan dapat membuat retakan semakin lebar.
“Memang betul ada retakan, masih tipis, namun yang kita takutkan kan karena gempa masih terus terjadi, yang kita takutkan retakannya tambah melebar,” ujarnya.
Saat melihat langsung kondisi kawasan, Menteri Dody belum menemukan adanya retakan tambahan yang dapat terlihat secara kasat mata.
Namun, terdapat beberapa titik longsoran baru yang muncul dalam satu hingga dua hari terakhir. Kondisi itu turut mengubah sejumlah bagian tepian danau.
Selain itu, Menteri Dody menemukan adanya aliran air yang cukup deras dari beberapa titik tebing di sepanjang jalur Kota Ende menuju Kelimutu.
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena diduga berkaitan dengan rekahan atau jalur rembesan yang dapat menyebabkan volume air danau berkurang secara bertahap.
“Kalau danaunya melebar kan volume airnya menurun. Terus dilihat sepanjang jalan antara Kota Ende sampai ke Kelimutu banyak sisipan-sisipan air yang turun dari tebing dan itu cukup deras. Jadi memang menunjukkan ada mungkin retakan atau sisipan di dalam danau yang menyebabkan volume air berkurang sedikit-sedikit,” ungkapnya.
Sementara dari sisi infrastruktur, kondisi akses menuju Kawasan Danau Kelimutu dinilai masih cukup baik.
Menteri Dody memastikan jalan dan infrastruktur yang mengarah ke kawasan danau masih dapat dilalui dan belum ditemukan kerusakan signifikan.
“Kalau dari sisi infrastruktur dan lain-lain ke arah menuju danau sih saya lihat masih bagus, tidak ada longsoran, tidak ada yang retak, masih okelah,” tuturnya.
Kementerian PU Siap Bantu Dampak Alami Pascagempa
Menteri Dody menambahkan, penanganan kondisi Kawasan Danau Kelimutu membutuhkan koordinasi antarinstansi dan kementerian.
Hal ini lantaran kawasan tersebut berada dalam kewenangan Taman Nasional dan Kementerian Kehutanan.
Untuk itu, Kementerian PU akan melakukan pembahasan bersama Kementerian Kehutanan guna menentukan bentuk dukungan yang dapat dilakukan dalam menangani dampak pascagempa di kawasan tersebut.
“Nanti saya akan diskusikan dengan Menhut Pak Raja Juli, apa yang bisa saya bantu, bukan memperbaiki, tapi paling tidak men-slowing down lah proses alami karena gempa ini,” ujar Menteri Dody.
Kementerian PU selanjutnya akan terus mengikuti perkembangan kondisi Kawasan Danau Kelimutu melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Pemantauan tersebut mencakup kemungkinan perubahan pada retakan, potensi longsor, maupun dampak terhadap volume air danau.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Kementerian PU untuk membantu menjaga kondisi Kawasan Danau Kelimutu, yang juga menjadi salah satu destinasi wisata penting di Pulau Flores. (hen)
