Sowan ke Jokowi Berujung Pemecatan, Achmad Hidayat Kritik Sikap PDIP

TAJUKNASIONAL.COM DPP PDI Perjuangan (PDIP) memecat Achmad Hidayat, mantan Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, setelah kader tersebut diketahui berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo dan menyuarakan agar mantan kader PDIP itu direhabilitasi.

Keputusan pemecatan tertuang dalam Surat Keputusan DPP PDIP Nomor 105/KPTS/DPP/IX/2026 yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto di Jakarta pada 4 September 2026.

Dalam keputusan tersebut, Achmad dinyatakan melakukan sejumlah pelanggaran Kode Etik dan Disiplin Anggota Partai.

PDIP menyebut pelanggaran itu antara lain penyalahgunaan wewenang, dugaan meminta dan menerima sejumlah uang dengan alasan yang dinilai tidak dapat dibuktikan, tindakan intimidatif terhadap pengurus partai, serta membawa dokumen partai tanpa persetujuan pengurus.

BACA JUGA: Jokowi Bicara Kekuasaan, PDIP Balik Menyindir: Candu Kekuasaan

Sowan ke Jokowi Jadi Persoalan Politik

Selain persoalan etik dan disiplin, kunjungan Achmad ke rumah Jokowi menjadi bagian penting dalam keputusan pemecatan tersebut.

PDIP menyebut Achmad tidak hanya berkunjung, tetapi kemudian menyampaikan pernyataan agar partai mempertimbangkan rehabilitasi Jokowi sebagai kader.

Sikap tersebut dinilai DPP PDIP sebagai bentuk pembangkangan terhadap keputusan partai. Sebelumnya, PDIP telah menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Jokowi.

Bagi partai, keputusan mengenai status keanggotaan Jokowi telah ditempuh melalui mekanisme internal sehingga kader dinilai tidak memiliki kewenangan untuk mengambil sikap yang berlawanan dengan keputusan tersebut.

Berdasarkan rekomendasi Komite Etik dan Disiplin PDIP pada 28 Agustus 2026, DPP kemudian mengategorikan tindakan Achmad sebagai pelanggaran berat.

Achmad Sebut Kunjungannya Hanya Silaturahmi

Achmad memiliki penjelasan berbeda mengenai pertemuannya dengan Jokowi.

Dalam keterangannya setelah menjalani sidang etik pada 26 Agustus 2026, ia mengatakan kunjungan ke kediaman Jokowi pada Juli 2026 dilakukan atas inisiatif pribadi setelah berziarah ke makam Mbah Kiai Hasan Besari di Ponorogo.

Ia datang bersama kader senior PDIP Sulikan dan seorang rekannya.

Menurut Achmad, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi. Ia mengaku sempat menanyakan kemungkinan Jokowi bertemu dengan Megawati untuk membicarakan persoalan kebangsaan.

Achmad juga mengatakan Jokowi merespons bahwa dirinya tidak memiliki persoalan dengan Megawati dan suatu saat akan bertemu.

BACA JUGA: Poster “Jokowi Perusak PDIP” Disorot Jubir PSI, Dian: Emang Sudah Rusak?

Kritik terhadap Sikap PDIP

Achmad kemudian mempertanyakan sikap PDIP yang menjadikan kunjungannya ke Jokowi sebagai persoalan serius.

Ia mengatakan banyak kader PDIP, termasuk pejabat publik, juga pernah berkunjung ke kediaman Jokowi. Namun, menurut dia, tidak semua kunjungan tersebut dipersoalkan secara terbuka.

Achmad juga membantah tudingan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari rencana pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Saya memiliki prinsip bahwa AD/ART-nya PDI menganut Pancasila 1 Juni, Undang-Undang Dasar 45, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Achmad.

Ia menilai komunikasi antarsesama anak bangsa seharusnya tidak tertutup hanya karena adanya persoalan politik atau perbedaan sikap pada masa lalu.

“Mengapa dengan sebangsa setanah air kita hanya karena ada kesalahan atau miskom di masa lalu sedikit, kita langsung paten-pinaten seperti ini?” katanya.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini