Menurut Budi Arie, Projo memiliki sejarah lebih panjang sebagai organisasi relawan pendukung Jokowi. Ia menegaskan Projo telah berdiri sebelum Jokowi menjadi presiden, sedangkan PSI berdiri setelah Jokowi menjabat sebagai presiden.
“Ngapain (bersaing)? Kita tidak mau berkompetisi. Harus diingat, Projo itu berdiri jauh sebelum Pak Jokowi jadi presiden, Bro! PSI berdiri kan setelah Pak Jokowi jadi presiden. Kita ini abangnya,” kata Budi Arie dalam siniar bersama Hendri Satriyo, Jumat (11/9/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons Budi Arie terhadap anggapan adanya persaingan pengaruh antara Projo dan PSI di sekitar Jokowi.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Disebut Ikuti Gaya Jokowi, Dedy PSI: Berpeluang Jadi Presiden
Polemik Berawal dari Pernyataan soal 2029
Sementara itu, Budi Arie tidak menjelaskan secara spesifik bentuk “percepatan” yang dimaksud ketika membicarakan kemungkinan perubahan politik sebelum Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan spekulasi di tengah dinamika politik nasional. PSI memilih mengambil jarak dengan menegaskan bahwa Budi Arie tidak mewakili partai.
Di sisi lain, Budi Arie menekankan bahwa Projo tidak sedang berkompetisi dengan PSI dan justru mengingatkan kembali sejarah berdirinya organisasi relawan tersebut.
