TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto menduga adanya campur tangan pihak asing dalam berbagai kerusuhan yang terjadi di Indonesia.
Prabowo menyebut dugaan tersebut berkaitan dengan upaya pihak tertentu untuk membuat Indonesia tetap lemah di tengah kebijakan pemerintah membenahi sejumlah persoalan ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam program Prabowo Menjawab yang tayang di kanal YouTube Prabowo Subianto, Rabu (16/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo awalnya menjelaskan mengenai pihak-pihak yang menurutnya merasa terganggu dengan kebijakan pemerintah, termasuk langkah memberantas praktik under-invoicing dalam perdagangan ekspor.
Praktik under-invoicing merupakan pencantuman nilai barang dalam dokumen ekspor yang lebih rendah dibandingkan nilai transaksi sebenarnya.
Prabowo sebelumnya menyatakan penertiban praktik tersebut merupakan bagian dari kewajibannya sebagai presiden untuk melindungi kepentingan nasional.
Prabowo Singgung Kerusuhan dan Propaganda di Media Sosial
Menurut Prabowo, pihak yang merasa dirugikan dapat melakukan perlawanan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi yang menurutnya menyesatkan dan membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
“Jadi benar cara mereka sekarang untuk mengadang Indonesia yang saya lihat, ya tinggal itu, bikin kerusuhan, main di sosmed, timbulkan ketidakpuasan, rasa tidak percaya, jadi ada teori teori propaganda,” kata Prabowo.
Ia menilai perkembangan teknologi digital memiliki dua sisi. Teknologi dapat mempercepat penyebaran informasi, tetapi juga dapat digunakan untuk menyebarkan hoaks dan berita palsu.
“Kalau kebohongan kalau diulangi ulangi terus orang yang sederhana yang tidak punya akses, dia kira itu benar, ini yang kita hadapi sekarang,” ujarnya.
Prabowo Sebut Dugaan Campur Tangan Asing
Dalam wawancara tersebut, seorang jurnalis kemudian menanyakan secara langsung apakah Prabowo melihat adanya campur tangan asing dalam peristiwa kerusuhan.
Prabowo menjawab bahwa dugaan tersebut ada, tetapi ia menekankan pentingnya bukti dalam menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu.
“Kalau menurut saya tapi sekali lagi kan kita harus hati-hati karena semua berdasarkan bukti. Tapi kalau saya sih, saya merasa ada (campur asing),” ujar Prabowo.
Ketika kembali ditanya mengenai pihak asing yang disebut sebagai “antek-antek asing” dan kemungkinan adanya operasi untuk menciptakan kondisi tertentu di dalam negeri, Prabowo mengatakan tujuan akhirnya adalah membuat Indonesia tetap lemah.
“Ya intinya ingin Indonesia tetap lemah, karena ujungnya impian mereka Indonesia pecah,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut merupakan dugaan yang disampaikan Prabowo dalam wawancara. Dalam pemberitaan mengenai isu serupa, Prabowo juga menyebut pemerintah tengah mengarah pada upaya mengungkap pihak yang berada di balik pengerahan massa dan kerusuhan.
