Profil Achmad Hidayat, Kader PDIP yang Dipecat Usai Temui Jokowi

Pernah Nyaris Bakar Diri di Kantor PDIP

Sebelum pemecatan pada 2026, Achmad Hidayat pernah menjadi perhatian publik pada Juli 2025.

Saat itu, Achmad melakukan aksi di kantor DPC PDIP Kota Surabaya. Ia mengenakan kaus merah bergambar PDIP dan membawa keris. Dalam aksi tersebut, ia juga menyiramkan spiritus ke tubuhnya dan nyaris melakukan aksi bakar diri sebelum dihentikan orang-orang di lokasi.

Dalam aksinya, Achmad sempat menyampaikan sejumlah kritik terhadap kondisi internal partai. Ia juga menyebut nama Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan kontroversial dalam perjalanan Achmad di lingkungan PDIP sebelum kemudian kembali menjadi sorotan akibat pertemuannya dengan Jokowi.

BACA JUGA: Poster “Jokowi Perusak PDIP” Disorot Jubir PSI, Dian: Emang Sudah Rusak?

Bertemu Jokowi pada Juli 2026

Persoalan yang kemudian berujung pada pemecatan terjadi setelah Achmad bertemu dengan Jokowi sekitar Juli 2026.

Achmad membenarkan pertemuan tersebut. Menurut pengakuannya, kunjungan itu merupakan inisiatif pribadi setelah dirinya berziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo.

Ia mengatakan datang bersama sejumlah rekannya dan tidak mengenakan atribut partai. Menurut Achmad, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi dan membahas persoalan kebangsaan.

Setelah pertemuan itu, Achmad mengunggah foto bersama Jokowi di media sosial. Ia kemudian dipanggil untuk menjalani proses klarifikasi internal partai pada 26 Agustus 2026.

Alasan Achmad Hidayat Dipecat PDIP

DPP PDIP kemudian menerbitkan SK Nomor 105/KPTS/DPP/2026 pada 4 September 2026. Dalam keputusan tersebut, Achmad diberhentikan dari keanggotaan partai.

DPP PDIP menyebut sejumlah pelanggaran kode etik dan disiplin dalam keputusan tersebut, termasuk persoalan penyalahgunaan kewenangan, penguasaan dokumen partai tanpa izin, serta tindakan yang dinilai intimidatif terhadap pengurus partai.

SK tersebut juga secara khusus menyebut kunjungan Achmad ke rumah Jokowi dan pernyataannya agar partai mempertimbangkan rehabilitasi Jokowi sebagai kader PDIP.

Menurut DPP PDIP, tindakan tersebut berada di luar kewenangan Achmad dan dinilai sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap keputusan partai.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur Budi Kanang Sulistyono mengatakan pemecatan Achmad bukan semata-mata karena kunjungan kepada Jokowi. Ia menyebut terdapat persoalan lain yang telah lama ditangani internal partai.

Achmad Mengaku Legawa

Setelah keputusan pemecatan diterimanya, Achmad mengatakan menerima keputusan DPP PDIP. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang pernah diberikan selama menjadi kader partai.

Achmad menyebut dirinya pernah ikut berkontribusi dalam sejumlah agenda politik PDIP di Surabaya, termasuk pemenangan pasangan Eri Cahyadi-Armuji serta Pilgub Jawa Timur.

Ia mengatakan tetap berpegang pada prinsip kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila meskipun tidak lagi menjadi bagian dari PDIP.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini