Rabu, 10 Desember, 2025

Mentri ESDM Bahlil Desak BP Beri Hak Partisipasi Migas untuk Papua Barat

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta perusahaan minyak dan gas (migas) asal Inggris, British Petroleum (BP), untuk memberikan hak partisipasi (participating interest/PI) kepada pemerintah daerah Papua Barat, khususnya Kabupaten Teluk Bintuni.

“Kemarin saya sudah rapat sama dia (BP). Saya minta kamu (BP) kasih dong PI untuk Papua,” kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/11).

Teluk Bintuni, Papua Barat, merupakan lokasi Kilang LNG Tangguh, salah satu proyek strategis nasional yang dioperasikan oleh BP bersama sejumlah mitra internasional. Kilang tersebut menjadi fasilitas gas alam cair (LNG) terbesar di Indonesia dan berperan penting dalam pasokan energi nasional.

Bahlil mengatakan pemberian PI kepada pemerintah daerah merupakan langkah penting agar masyarakat Papua Barat turut merasakan manfaat langsung dari sumber daya alam yang dihasilkan di wilayahnya.

“Kalau Papua dikasih, itu sebagian tanggung jawab saya juga berkurang. Saya tidak boleh bohong di negeri itu, bisa disumpah kuning, karena Bintuni sama Fakfak itu cuma sekitar 70 km jaraknya,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Dukung Gus Dur dan Habibie Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Proyek Kasuri Ditargetkan Produksi 2027

Selain BP Tangguh, Bahlil juga menyoroti proyek pengembangan Blok Gas Bumi Kasuri di Kabupaten Teluk Bintuni yang dikerjakan oleh Genting Oil Kasuri Pte. Ltd.

Menurutnya, proyek tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2027, dengan progres pembangunan fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) yang kini telah mencapai 80 persen dan tengah dikerjakan di China.

“Genting Oil itu produksinya di 2027. Genting Oil sudah nggak ada masalah,” kata Bahlil.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Dorong Pemuda Masjid Jadi Pusat Gerakan Ekonomi dan Ilmu Pengetahuan

SKK Migas Negosiasi Penjualan LNG ke PLN

Secara terpisah, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pihaknya sedang bernegosiasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengamankan kontrak jual beli LNG jangka panjang dari proyek Kasuri.

“Ini lagi negosiasi harganya dengan PLN. Mudah-mudahan deal, supaya semua bisa dalam negeri,” ujar Djoko, yang akrab disapa Djoksis.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -spot_img
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini