172 Dapur MBG di Pati Akan Diperiksa, SPPG Tak Sesuai Standar Bisa Disetop

TAJUKNASIONAL.COM Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengevaluasi seluruh 172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah muncul kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan makanan.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap dapur menjalankan proses pengolahan hingga distribusi makanan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Pemeriksaan juga akan melihat kesesuaian kapasitas dapur dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.

Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan pemeriksaan menjadi bagian dari penguatan pengawasan terhadap tata kelola SPPG. Menurutnya, dapur yang tidak memenuhi standar keamanan pangan dapat dihentikan operasionalnya.

BACA JUGA: [Viral] 566 Santri Sidoarjo Keracunan MBG, Kepala SPPG Minta Maaf

“SPPG seperti yang saya sampaikan yang lalu, yang jelas di-suspend. Mungkin kalau dapurnya jelek, suspend permanen. Itu sudah komitmen kita di BGN,” ujar Trenggono dalam keterangan resmi, Kamis (10/9).

Ia menyebut masih ada kemungkinan terdapat dapur yang belum menjalankan seluruh tahapan penyiapan makanan sesuai SOP. Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan setiap SPPG memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

172 SPPG Pati Akan Diperiksa Langsung

Pemerintah Kabupaten Pati dijadwalkan mulai memeriksa seluruh 172 SPPG pada pekan depan. Pemeriksaan tidak hanya menyasar kondisi fisik dapur, tetapi juga kapasitas dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan penerima manfaat.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan pemeriksaan akan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait.

“Kabupaten Pati ini ada sekitar 172 dapur. Kami pastikan minggu depan kami akan datang langsung ke semua SPPG untuk mengecek fasilitas dan kemampuan dapur itu melayani penerima manfaat di Kabupaten Pati,” kata Chandra.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah perbandingan kapasitas dapur dengan jumlah penerima manfaat. Dapur dengan kemampuan produksi terbatas tetapi harus melayani hingga 2.500-3.000 penerima akan menjadi bagian dari evaluasi.

Pemeriksaan melibatkan Dinas Kesehatan, Kodim, Polres dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan rekomendasi kepada BGN terkait kelayakan dan perbaikan masing-masing SPPG.

BACA JUGA:Guru Wajib Cicipi Menu MBG? BGN Beri Penjelasan soal Prosedurnya

59 Orang Masih Dirawat

Di tengah evaluasi seluruh dapur, pemerintah masih menangani penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.

Trenggono mengatakan hingga Kamis (10/9), sebanyak 59 orang masih menjalani perawatan. Ia menyebut kondisi seluruh pasien membaik dan tidak terdapat pasien dalam kondisi mengkhawatirkan.

BGN bersama Pemkab Pati juga memastikan biaya perawatan korban ditanggung pemerintah. Penanganan dilakukan sembari menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini