Menhut Usul Tambahan Rp6,2 Triliun, Rp1,54 Triliun untuk Sewa Helikopter dan Water Bomber

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengusulkan tambahan anggaran untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk menyewa enam helikopter dan enam pesawat water bomber.

Usulan tersebut disampaikan Raja Juli dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026) malam. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendapat pagu anggaran 2027 sebesar Rp8,692 triliun.

Angka tersebut meningkat Rp1,55 triliun atau 21,77 persen dibandingkan pagu indikatif 2027 yang sebelumnya diusulkan.

Namun, Kemenhut masih mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp6,238 triliun. Dari usulan tersebut, tambahan yang telah disetujui baru mencapai Rp1,55 triliun sehingga masih terdapat kebutuhan tambahan sekitar Rp4,68 triliun.

Salah satu fokus penggunaan anggaran tambahan tersebut adalah pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Dikritik Tak Paham Karhutla, Partai Gelora: Harusnya Cegah, Bukan Menunggu

Raja Juli menyebut Kemenhut membutuhkan dukungan armada udara untuk memperkuat patroli, pemantauan, deteksi dini hingga pemadaman kebakaran.

“Penguatan dukungan operasional tersebut antara lain dilakukan dengan menyewa 6 unit helikopter dan 6 unit pesawat water bomber yang akan digunakan secara terintegrasi untuk mendukung kegiatan patroli, pemantauan kondisi kawasan hutan, deteksi dini, penanganan dan pemadaman Karhutla secara cepat dan efektif,” ujar Raja Juli.

Kemenhut memperkirakan kebutuhan operasional 12 armada udara tersebut mencapai Rp1,54 triliun per tahun.

Rinciannya terdiri dari enam helikopter dan enam water bomber yang direncanakan beroperasi selama delapan bulan periode normal serta empat bulan pada periode rawan karhutla. Setiap unit diproyeksikan memiliki kebutuhan sewa sekitar 856 jam per tahun.

Raja Juli menjelaskan, pemerintah memilih skema sewa dibandingkan membeli armada. Menurutnya, penyewaan dinilai lebih fleksibel karena tidak membutuhkan belanja modal awal sebesar pembelian aset dan tidak membebani pemerintah dengan biaya pemeliharaan.

“Skema sewa kami nilai lebih fleksibel, efisien, dan responsif dalam mendukung pengamanan kawasan hutan serta pencegahan pengendalian karhutla,” katanya.

Baca Juga: Geram dengan Penanganan Karhutla, Sekda Sintang Sindir Menhut Raja Juli soal Tanggung Jawab

Selain penanganan karhutla, tambahan anggaran yang diajukan Kemenhut juga diarahkan untuk penguatan kelembagaan hutan di daerah, pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemulihan bencana, serta penguatan tata kelola kawasan hutan.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini