Aris yang diketahui telah bekerja sebagai sopir lajuran sejak 2013 tampak diminta menyampaikan pernyataan mengenai dukungannya terhadap kemerdekaan Papua. Dalam rekaman tersebut, sebuah senjata terlihat diarahkan ke kepalanya.
Video itu kemudian menjadi salah satu informasi yang beredar setelah insiden penembakan. Sejumlah laporan menyebut korban dipaksa membuat pernyataan tersebut sebelum akhirnya ditembak.
Aris selama ini diketahui melayani angkutan penumpang dan logistik pada jalur Wamena menuju wilayah pedalaman. Insiden tersebut kini masih ditangani aparat, sementara proses evakuasi dan pendalaman mengenai kronologi serta pelaku terus dilakukan.
