TAJUKNASIONAL.COM Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap alasan status desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (Desil DTSEN) Volume 3 sempat mengalami perubahan secara signifikan.
Perubahan tersebut salah satunya terjadi setelah masuk sekitar 12 juta data baru dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Gus Ipul menjelaskan, data baru tersebut belum seluruhnya melalui proses verifikasi dan validasi ketika masuk ke dalam pemutakhiran DTSEN. Kondisi itu kemudian membuat peringkat desil sejumlah masyarakat terlihat berubah-ubah.
“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi, sehingga loncat-loncat,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9).
Pemerintah kemudian melakukan koreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga: 6 Mahasiswa Disebut Putus Kuliah karena Desil Berubah, Pramono Minta Data KJMU Dicek Ulang
Pemutakhiran juga terus dilakukan untuk meningkatkan akurasi data penerima program perlindungan sosial.
Menurut Gus Ipul, proses konsolidasi dilakukan dengan melibatkan berbagai sumber data, termasuk pemerintah daerah.
“Sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi, dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan data ini akan makin akurat,” katanya.
Gus Ipul juga menegaskan perubahan desil tidak otomatis membuat seseorang kehilangan bantuan sosial. Penyaluran bansos tetap mengikuti proses penetapan penerima dan kriteria masing-masing program.
“Misalnya sekarang ini kan ada lonjakan-lonjakan, itu tidak otomatis (bansos) hilang karena kan kita belum menyalurkan,” ujarnya.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan menjelaskan, masuknya 12 juta data baru menjadi salah satu sumber pemutakhiran DTSEN Volume 3. Kondisi tersebut membuat perubahan posisi desil terlihat cukup signifikan.
Andy menekankan bahwa desil bukan ukuran mutlak untuk menentukan seseorang kaya atau miskin. Desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional yang dibagi menjadi 10 kelompok.
Baca Juga: [Berita Utama] Polemik Data Desil, Pemerintah Siapkan Tim Evaluasi Lintas Lembaga
Karena bersifat relatif, posisi desil seseorang dapat berubah meskipun kondisi ekonominya tidak berubah. Perubahan bisa terjadi karena posisi masyarakat lain dalam pemeringkatan nasional juga mengalami perubahan.
