Di Tengah Polemik BoP, PAN Tegas Dukung Prabowo: Ini Alasan Utamanya

TAJUKNASIONAL.COM Dukungan politik terhadap langkah luar negeri Presiden Prabowo Subianto terus menguat di dalam negeri, termasuk dari Partai Amanat Nasional (PAN) bagian dari partai koalisi.

Di tengah memanasnya situasi Timur Tengah dan munculnya perdebatan soal posisi Indonesia dalam inisiatif internasional, Partai Amanat Nasional memilih berdiri penuh di belakang Presiden.

Sikap itu bukan sekadar pernyataan simbolik, melainkan didasarkan pada keyakinan bahwa Indonesia harus ikut berada di meja pengambilan keputusan global, bukan hanya menjadi penonton di tengah krisis internasional.

Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace memang sudah diumumkan resmi oleh pemerintah sejak Prabowo menandatangani piagam BoP di Davos pada 22 Januari 2026.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan partainya mendukung penuh seluruh sikap geopolitik yang diambil Prabowo di tingkat internasional.

Menurut Zulhas, dukungan itu berangkat dari keyakinan bahwa langkah pemerintah sudah sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam ikut menjaga ketertiban dunia.

Baca Juga: Profil Dony Yuliardi, Alumni SMA Taruna Nusantara Tokoh Penting di Balik Kecerdasan Buatan Panon AI

Ia juga secara terbuka menyatakan dukungan terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace, inisiatif yang dilaporkan diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Istilah Board of Peace atau BoP sendiri telah digunakan dalam keterangan resmi Sekretariat Kabinet maupun sejumlah analisis internasional terkait kebijakan Prabowo.

“Kami mendukung penuh langkah Pak Prabowo untuk ikut sebagaimana perintah undang-undang dasar ikut menjaga ketertiban dunia,” ujarnya di acara buka puasa bersama DPP PAN, Jumat (6/3).

Alasan utama PAN mendukung langkah tersebut adalah keyakinan bahwa keterlibatan langsung akan memberi Indonesia ruang lebih besar untuk memengaruhi arah kebijakan global.

Zulhas menilai, berada di dalam forum lebih bermanfaat ketimbang hanya mengkritik dari luar tanpa daya tekan nyata. Dalam logika itu, keikutsertaan Indonesia dipandang sebagai strategi untuk tetap relevan sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional dan kemanusiaan, terutama terkait konflik Gaza yang terus memicu keprihatinan luas.

Sejumlah pengamat memang menilai kebijakan Prabowo bergabung ke BoP merupakan upaya mencari pengaruh lebih besar di tengah dinamika diplomasi Timur Tengah, meski langkah itu juga menuai kritik dari sebagian kalangan di dalam negeri.

Baca Juga: Respon PSI Usai Kaesang Pangarep Didokan Jadi Presiden

“Prinsipnya kita lebih bagus ikut, ikut dalam penentuan ketimbang kita cuma di luar enggak bisa berbuat apa-apa,” imbuhnya.

Zulhas juga mengakui upaya menghadirkan perdamaian di Palestina bukan perkara mudah. Namun, menurutnya, semua jalan tetap harus dicoba agar kekerasan Israel di Gaza bisa dihentikan.

Karena itu, PAN menilai langkah Prabowo untuk terlibat aktif dalam forum internasional, termasuk membuka ruang mediasi, merupakan bentuk ikhtiar diplomatik yang patut didukung.

Sikap ini sejalan dengan pernyataan Prabowo yang sebelumnya menyebut keterlibatan Indonesia dalam BoP sebagai “peluang nyata” untuk membantu perdamaian Gaza.

Di sisi lain, Zulhas turut mendukung upaya Prabowo yang menawarkan diri sebagai mediator antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini