Respon PSI Usai Kaesang Pangarep Didokan Jadi Presiden

TAJUKNASIONAL.COM Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali merespons doa kiai dan santri di Klender yang berharap Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menjadi presiden suatu hari nanti.

Ali memilih menahan euforia dan menempatkan isu itu pada konteks kekuasaan saat ini: Indonesia sudah memiliki Presiden dan Wakil Presiden yang sedang bertugas, sehingga PSI belum membuka ruang pembicaraan soal “kursi berikutnya”.

Momen itu terjadi saat Kaesang melanjutkan Safari Ramadan 2026 dengan mengunjungi Pondok Pesantren Az-Ziyadah di Klender, Jakarta Timur, Jumat (27/2/2026).

Kaesang tiba menjelang berbuka puasa, disambut para santri dengan selawat dan marawis, lalu mengikuti doa bersama.

Baca Juga: KPK Pastikan Periksa Rudy Tanoe Tersangka Korupsi Bansos Beras, Usai Praperadilan Ditolak

Sejumlah elite PSI turut mendampingi, termasuk Ahmad Ali, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka.

Di hadapan santri, pimpinan ponpes KH Muhajir Zayadi mendoakan Kaesang agar sukses dan kelak menjadi pemimpin nasional.

“Kaesang sudah muda, dia yakin, dia kuat, maka akan menjadi orang sukses,” ujar Muhajir. Ia melanjutkan, “Beliau super young, pemimpin muda hari ini, pemimpin yang akan datang. Mudah-mudahan beliau akan menjadi Presiden.” Doa itu disambut seruan “amin” dari para santri.

Usai acara, Ahmad Ali menanggapi doa tersebut dengan pernyataan yang menegaskan posisi PSI saat ini sekaligus mengerem spekulasi politik.

“Kan kita punya Presiden, Pak Prabowo hari ini. Ada Wakil Presiden kita Mas Gibran. Terus Mas Kaesang mau ditaruh di mana?” ujar Ali di Klender, Jumat malam.

Ali lalu menambahkan, “Belum kan. Nanti, nanti akan datang,” menandai bahwa PSI belum ingin membicarakan peluang Kaesang dalam kontestasi pilpres sekarang.

Baca Juga: Internal PSI Retak di Semarang: 13 DPC Mundur, Misi Kaesang Jadikan Jateng “Kandang Gajah” Terguncang

Sikap itu mencerminkan dua kepentingan PSI sekaligus. Pertama, PSI ingin menjaga relasi politik dengan pemerintahan berjalan terutama karena Prabowo–Gibran masih memegang mandat.

Kedua, PSI tetap memelihara harapan kader tanpa mengubahnya menjadi manuver yang terkesan terburu-buru.

Kalimat “belum” menahan ekspektasi publik, sementara “nanti akan datang” menjaga pintu masa depan tetap terbuka.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini