Pengumpulan data berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads, sedangkan responden ahli dijangkau dengan metode snowball sampling.
Kedua pendekatan tersebut perlu menjadi pertimbangan ketika membaca hasil survei. Karena responden masyarakat umum dipilih melalui metode nonprobabilitas, hasilnya tidak otomatis mewakili seluruh penduduk Indonesia dengan tingkat keterwakilan statistik seperti survei probabilitas.
Dengan demikian, skor Bahlil, Raja Juli, Nusron, dan menteri lainnya perlu dibaca sebagai hasil penilaian responden dalam survei Celios dan Kabinet Bayangan.
Hasil tersebut dapat menjadi bahan diskusi publik mengenai evaluasi pemerintahan, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan kinerja keseluruhan seorang menteri.
