TAJUKNASIONAL.COM Maraknya aksi kejahatan jalanan atau begal di sejumlah daerah membuat wacana keterlibatan Tentara Nasional Indonesia atau TNI dalam membantu Polri kembali menjadi sorotan.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, menilai dukungan TNI dapat dilakukan melalui mekanisme perbantuan.
Dave yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, bantuan TNI bisa dikerahkan apabila Polri membutuhkan tambahan kekuatan untuk memulihkan stabilitas keamanan masyarakat.
Namun, ia menegaskan keterlibatan militer tidak boleh dilakukan secara serampangan.
Menurut Dave, setiap bentuk dukungan harus dilakukan secara terukur, memiliki dasar hukum yang kuat, serta disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Baca Juga: Singgung Pembegalan Partai Demokrat, AHY: Alhamdulillah Tuhan Melindungi Kita
Ia menilai koordinasi antar-institusi menjadi hal penting agar penanganan kejahatan jalanan tetap berada dalam koridor hukum.
“Bentuk dukungan senantiasa dibarengi dengan koordinasi intensif. Sekaligus harmonis antar-institusi terkait,” kata Dave dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Dave menyebut masyarakat saat ini membutuhkan kehadiran negara yang nyata dalam memberi rasa aman.
Menurutnya, warga harus bisa beraktivitas tanpa dibayangi ketakutan akibat maraknya aksi begal maupun tindak kriminal jalanan lainnya.
“Rasa aman warga adalah harga mati sehingga negara wajib memastikan setiap orang bisa beraktivitas tanpa dibayangi rasa takut,” ujarnya.
Meski membuka ruang perbantuan TNI, Dave menekankan pentingnya menjaga proporsionalitas tugas masing-masing lembaga negara.
Ia mengingatkan bahwa secara prinsip, TNI memiliki tugas utama menjaga pertahanan dan kedaulatan negara.
Sementara itu, penegakan hukum, ketertiban umum, serta penanganan tindak pidana seperti begal merupakan kewenangan utama Kepolisian Republik Indonesia.
Karena itu, Polri tetap harus berada di garis depan dalam penanganan kejahatan jalanan.
“Penanganan tindak pidana seperti begal, hakikatnya adalah tugas dan wewenang Polri. Namun TNI siap membantu,” ucap Dave.
Politikus Fraksi Golkar tersebut juga menegaskan, aparat negara harus mampu menjamin ruang publik tetap aman dari ancaman kriminalitas. Pelaku begal harus ditindak tegas agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Polri harus tetap berada di garis terdepan,” kata Dave menegaskan.
Menurutnya, dukungan TNI terhadap Polri bukan berarti mengambil alih kewenangan, melainkan memperkuat sinergi dalam kondisi tertentu.
Baca Juga: Natalius Pigai Minta Begal Tak Ditembak Mati, Polisi Ingatkan Risiko Korban dan Petugas
Bantuan itu harus dipahami sebagai bentuk kerja sama antar-lembaga demi menjaga keamanan nasional dan ketertiban masyarakat.
